POLIGAMI 

  1. A.    DEFINISI
    1. 1.      Definisi Tekstual
      1. Poligami adalah Perkawinan antara seseorang dengan dua orang atau lebih (Namun diartikan perkawinan seorang suami dengan dua istri atu lebih).

(Kamus ilmiah popular internasional, Budiono MA 2005)

  1. Menurut  Hj. Marhamah Saleh, Lc. MA  Poligami ialah perkawinan antara seorang laki-laki dengan wanita lebih dari satu orang.
  2. c.       Kata poligami secara etimologi berasal dari bahasa yunani, yaitu dari kata polus yang berarti banyak dan gamos yang berarti perkawinan (Kuselamatkan perempuan dengan poligami, 2010 hal 13)
  3. Yang dimaksud poligami ialah mengamalkan beristri lebih dari satu yaitu dua, tiga atau empat.( “ Pedoman mengayuh bahtera rumah tangga”,1998)
  4. Dalam “ensiklopedi Indonesia jilid 5, Ikhtiar 1984 yang punya arti “suatu perkawinan yang banyak atau lebih dari satu orang.” Sistem perkawinan yang banyak atau seorang lelaki mempunyai istri lebih dari satu orang dan sebaliknya dalam waktu yang bersamaan pada dasrnya disebut poligami.
  5. f.        Menurut syariat islam , poligami diartikan sebagai kebolehan mengawini perempuan yang disenangi : dua, tiga, atau empat kalau bisa berlaku adil sebagaimana tercantum dalam QS An-Nisa’ayat 3
  6. Poligami adalah perintah Tuhan untuk memecahkan masalah sosial seperti seks bebas, perzinahan, dan sebagainya (Mansur bin mashadi, tuntunan perkawinan Keluarga Bahagia dalam islam, 1995)
  1. 2.      Definisi kontekstual

Dalam bahasa sehari-hari Poligami adalah perkawinan antara seorang laki-laki dengan wanita lebih dari satu orang dengan kata lain laki-laki atau suami yang mempunyai banyak istri dalam waktu yang bersamaan.

  1.      ANALISIS PRO KONTRA
    1.       PRO
      1. a.      Sesungguhnya praktek poligami yang bertanggung jawab dalam arti punya kemampuan melaksanakannya adalah suatu realitas kehidupan yang baik, banyak hikmah yang dikandungnya, berdampak maslahat bagi kaum perempuan. Hidup para permpuan diharapkan dapat baik, terhindar dari kehidupan yang menyendiri tanpa bersuami yang dalam pandangan masyarakat akan banyak menimbulkan penilaian yang negative.

(Kuselamatkan perempuan dengan poligami,2010 :7)

  1. Islam membolehkan poligami dengan syarat adil, dan jika ditemukan adanya kekurangan yang signifikan (menonjol) pada istri sebelumnya, serta terpenuhi beberapa kondisi tertentu untuk menghindari jatuhnya sang suami kedalam perzinaan, sehingga sebagai pintu exit-nya dibolehkan berpoligami (http://marhamahsaleh.wordpress.com/ Email: marhamahsaleh@yahoo.com)
  2. Poligami itu boleh dilakukan karena ada beberapa manfaat:
    1. Membantu seorang lelaki yang tidak cukup dengan satu istri agar dapat menjaganya dari perbuatan zina
    2. Mencegah pelacuran dalam masyarakat
    3. Mengurangi jumlah janda dan perawan tua yang tidak memperoleh pinangan khususnya setelah terjadi perang. (Kado terindah untuk mempelai,2010:30)
    4. Apabila dikaji secara mendalam islam mengharuskan poligami ialah karena terdapat beberapa faedah dan sebab-sebab yang tujuanya adalah untuk memelihara kesucian dan kebaikan umat manusia. Poligami itu boleh dilakukkan karena beberapa sebab yaitu Apabila suami mempunyai dorongan nafsu syahwat yang kekuatanya luar biasa, sehingga istri tak sanggup lagi memenuhi keinginannya. Si istri dalam keadaan uzur atau sakit sehingga ia tidak dapat lagi melayani suaminya. Dan bertujuan untuk membela kaum wanita yang sudah menjadi janda karena suaminya gugur dalam berjihad.

( “ Pedoman mengayuh bahtera rumah tangga”, 2010 : 19)

  1. Menurut orang mesir kuno, pelaksanaan poligami bukanlah tindakan yang bertentangan dengan akhlaq mulia manusia sebagaimana yang tercantum di dalam undang-undang yang berlaku didalam kehidupan mereka yang menyatakan : “ Sesungguhnya Tuhan memberkahi laki-laki, karena mereka mempunyai banyak istri dan gundik”. ( Kuselamatkan perempuan dengan pligami 2010:24)
  2. f.        Menurut syekh muhaad ahmad kanan, Beristri lebih dari satu (poligami) sampai dengan empat istri diperbolehkan dalam islam, artinya poligami tidak diwajibkan dan tidak pula diharamkan. (Kado terindah untuk mempelai, 2010:29)
  3. Dan jika kamu takut tidak dapat berlaku adil tehadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bila kamu mengawininya), maka kawinilah perempuan-perempuan(lain) yang kamu sukai, dua, tiga atau empat tetapi jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil maka seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat supaya kamu tidak berlaku aniaya.

QS An-Nisa’ayat 3

  1. h.      Secara historis poligami sudah dipraktekkan dalam kehidupan masyarakat islam lahir, kitab suci yahudi dan nasrani tidak melarang praktek poligami. Menurut john L Esposito sebelum islam datang poligini dipraktekkan dalam banyak masyarkat Mesopotamia dan mediterania. Beberapa pengamat mengkaitkan poligami dengan system kekeluargaan.

( Hukum Perkawinan,2010 :85)

  1. i.        Kebolehan poligami dalam islam sebenarnya bukanlah satu hal yang dianggap tidak manusiawi. Namun sesungguhnya ketentuan itu adalah satu alternative untuk mengatasi penyaluran kebutuhan seks lelaki yang menggangu ketenangan batinya agar tidak sampai jatuh kelembah perzinahan atau pelacuran. Sebab itu tujuanya adalah agar suami tidak terjerumus ke jurang maksiat dengan memenuhi syarat yang jelas terutama dapat berlaku adil.

     (Kuselamatkan perempuan dengan pligami 2010:40)

  1. 2.      KONTRA
    1. Apabila keadaan tidak betul-betul memaksa hendaklah dihindarkan berpoligami sebab poligami akan memberikan kesan yang kurang baik terhadap anak, anak tidak mendapatkankasih sayang yang sepenuhnya dari ayahnya karena si ayahtidak dapat bermesraan lebih lama dengan anak-anaknya. Hal ini akan mengakibatkan anak-anak tidak mendapatkan bimbingan sepenuhnya. (Pedoman mengayuh bahtera rumah tangga,1998:21)
    2. Poligami akan memberi Dampak yang buruk Bagi Wanita

v  Dampak psikologis: perasaan inferior istri dan menyalahkan diri karena merasa tindakan suaminya berpoligami adalah akibat dari ketidakmampuan dirinya memenuhi kebutuhan biologis suaminya.

v  Dampak ekonomi: Ketergantungan secara ekonomi kepada suami. Walaupun ada beberapa suami memang dapat berlaku adil terhadap istri-istrinya, tetapi dalam praktiknya lebih sering ditemukan bahwa suami lebih mementingkan istri muda dan menelantarkan istri dan anak-anaknya terdahulu. Akibatnya istri yang tidak memiliki pekerjaan akan sangat kesulitan menutupi kebutuhan sehari-hari.

v  Dampak hukum: Seringnya terjadi nikah di bawah tangan (perkawinan yang tidak dicatatkan pada Kantor Catatan Sipil atau Kantor Urusan Agama), khususnya bagi PNS, sehingga perkawinan dianggap tidak sah oleh negara, walaupun perkawinan tersebut sah menurut agama. Pihak perempuan akan dirugikan karena konsekuensinya suatu perkawinan dianggap tidak ada, seperti hak waris dan sebagainya.

v  Dampak kesehatan: Kebiasaan berganti-ganti pasangan menyebabkan suami/istri menjadi rentan terhadap penyakit menular seksual (PMS).

v  Kekerasan terhadap perempuan, baik kekerasan fisik, ekonomi, seksual maupun psikologis. Hal ini umum terjadi pada rumah tangga poligami, walaupun begitu kekerasan juga dapat terjadi pada rumah tangga yang monogami.

http://marhamahsaleh.wordpress.com/ Email: marhamahsaleh@yahoo.com

  1.  Bagi kalangan Kristen perkawinan adalah hubungan antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan secara beragama selama hidupnya sebagai suami isteri. Jadi perkawinan yang diakui sah adalah perkawinan seorang lelaki dengan seorang perempuan, poligami tidak boleh. ( Kuselamatkan perempuan dengan poligami,2010:19)
  2. Al-quran tidak menyatakan poligami praktek yang halal, meskipun nabi Muhamad dalam hidupnya berpoligami namun tidak pernah ada bukti nabi berniat melakukan hal itu, sejak awal pernikahanya. (Poligami tidak sunah,2010:7)
  3. Masyarakat harus tahu bahwa kita benar-benar sedang memerangi sebuah nama yang menjadi musuhyang seharusnyantidak kita terima, yang tidak pernah ditangisi dengan keras yaitu poligami (Alisa G. Thomson Zainuddin,1979:11)
  4. Perkawinan menjamin pemberian cinta yang utuh dan tidak terbagi diantara keduanya, dilain pihak hal ini juga mencerminkan prinsip kesetaraan martabat antara pria dan wanita kej 1:26-30. Perkawinan katolik menolak perkawinan poligami, poliandri serentak baik secara hokum maupun moral (Kursus persiapan perkawinan 2008:14)
  5. Poligami bila dipandang dari sudut negative dapat dipandang sebagai satu praktek inteaksi antara seorang manusia dengan lainya dengan maksud yang bersifat konsumtif (tindakan menikmati sajian yang tersedia). Hal itu dapat disandarkan kepada teori yang dikemukakan oleh pemikir dari mahsab frankfut. ( Kuselamatkan perempuan dengan poligami,2010:26)
  1. 3.      POSISI PRIBADI

Menurut saya Poligami itu baik jika dilakukan dengan melihat peraturan dan ketentuan dari moral maupun hukum yang berlaku. Pernikahan poligami atau monogami adalah satu hal yang menjadi hak masyarakat dalam membentuk sebuah keluarga.

Tetapi hakekatnya saya lebih setuju dengan monogami dengan kata lain menolak perkawinan poligami. Akhir-akhir ini banyak sekali para suami melakukan poligami bukanlah satu tindakan untuk menggali guna atau manfaat terhadap tindakan yang dilakukan. Melainkan tindakan yang dilakukan lebih terarah kepada satu hasrat untuk mencari nilai lebih atas nilai tukar pada barang yang didapatnya. Maksudnya berusaha untuk mendapatkan kenikmatan, kegembiraan, atau kebahagiaan yang akan didapat dari beberapa istri yang dimilikinya. Akibatnya adalah budaya poligami yang dilaksanakan dalam masyarakat bukan lagi didorong sebagai satu kebutuhan subtansial namun lebih mendorong kepada pencapaian citra sosial tertentu pada masyarakat.

Dalam Al-Quran surat an-nisa ayat 3 menyatakan kebolehan menikahi lebih dari  satu wanita satu syaratnya berlaku adil. Yang menjadi pertanyaan bagi kita semua  bahwa yang dimaksud disini apakah dalam ukuran manusia atau ukuran Tuhan. Sesungguhnya manusia itu tidak bisa dianggap adil, namun hanya bisa dianggap sebagai kecenderungan atau mendekati.  Keadilan dalam segi materi mungkin saja mudah untuk dilakukan, tapi keadilan yang menyangkut perasaan itu sulit.

Menurut saya poligami akan mendorong martabat wanita semakin terperosok kebelakang. Dan menguatkan asumsi public bahwa wanita hanya selalu dijadikan alat pelampiasan nafsu belaka oleh kaum laki-laki. Selain itu akan berdampak negative bagi istri, anak, dan keluarga.

Daftar Pustaka

Abuya adil akhyar. Poligami tidak sunah. (Jakarta:Studia press)2010

Anshary drs,MK,SH . Hukum perkawinan. Pustaka Pelajar, 2010

Budiono MA Kamus ilmiah popular internasional, 2005

Ikhtiar    ensiklopedi Indonesia jilid 5, 1984

Kasmuri selamat, drs, MA. Pedoman mengayuh bahtera rumah tangga.(Jakarta: Kalam mulia),1998

Syekh muhaad ahmad kanan. Kado terindah untuk mempelai (Jakarta:mitra pustaka), 2006

Timotius I ketut adi hardana MSF. Kursus persiapan perkawinan 2008

Kitab suci alquran. QS An-Nisa’

Yunus hanis syam.Kuselamatkan perempuan dengan poligami.(yokyakarta:Lukita), 2010

http://marhamahsaleh.wordpress.com/ Email: marhamahsaleh@yahoo.com